Monday, February 7, 2011

Inilah Kronologis Kecelakaan Kubica

Inilah Kronologis Kecelakaan Kubica - Co-driver Robert Kubica, Jakub Gerber, menjelaskan kronologis kecelakaan yang menimpanya dan Kubica di pembukaan reli Ronde di Andora, Minggu (6/2/2011).Seperti diwartakan sebelumnya, Kubica dan Gerber yang memperkuat tim Skuda Fabia di ajang reli Ronde menabrak pembatas jalan dengan kecepatan tinggi. Tim penyelamat sempat kesulitan melakukan proses evakuasi dikarenakan lokasi kecelakaan yang terpencil.
Kubica mengalami patah tulang di bagian kaki dan lengan. Namun, yang terparah adalah di bagian tangan. Tim dokter yang menangani Kubica sempat ingin mengamputasi tangannya. Beruntung, hal itu tidak jadi dilakukan.
Kini, Gerber, yang tidak mengalami luka serius akibat kecelakaan itu, mencoba menjelaskan kronologis kecelakaan mengerikan yang menimpanya dan Kubica.
“Saat itu kami mengetahui kondisi trek licin diakibatkan kelembapan dan kami sudah mengatisipasi hal itu. namun, kondisi jalan yang licin membuat mobil kami tergelincir dan menabrak pembatas jalan. Kami sempat terpental, kemudian kami kembali menabrak pembatas jalan,” tutrnya kepada La Gazzetta dello Sport.
“Pecahan pembatas jalan terpental masuk ke mobil kami dan mengenai Kubica. Dia juga mengalami luka memar serius di bawah matanya akibat membentur stir mobil. Kubica pingsan dan saya keluar lewat jendela kerna pintu mobil macet.”
“Ambulan lalu datang dan diikuti pemadam kebakaran. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk mengeluarkannya dari mobil. Kru penyelamat pertama tidak memiliki alat pemotong, jadi mereka menunggu tim selanjutnya datang. Helikopter juga tidak bisa mendarat di tempat kejadian. Jadi, itulah alasan mengapa proses pemindahannya membutuhkan waktu yang lama.”
Gerber juga menyanggah kecelakaan itu diakibatkan oleh kerusakan mobil atau kesalaan yang dibuat si pengemudi.
“Dalam sebuah kompetisi balap, Anda harus melaju secepat mungkin. Kubica adalah tipikal pembalap yang selalu berpikir keras dan mempunyai pemikiran selangkah di depan. Dia tepat, cepat, dan bersih. Dia tipikal pembalap dengan kemampuan komplit,” demikan Gerber.
Tim dokter yang menangani operasi Kubica hingga kini masih belum bisa memprediksi kapan Kubica bisa kembali membalap. Kerusakan sistem saraf di tangan Kubica membuat tim dokter yakin bahwa pembalap tim Renault itu membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali pulih.

No comments:

Post a Comment